Sabtu, 04 Juli 2015

[068] Al Qalam Ayat 015

««•»»
Surah Al Qalam 15

إِذَا تُتْلَى عَلَيْهِ آيَاتُنَا قَالَ أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ
««•»»
idzaa tutlaa 'alayhi aayaatunaa qaala asaathiiru al-awwaliina
««•»»
Apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata: "(Ini adalah) dongeng-dongengan orang-orang dahulu kala."
««•»»
When Our signs are recited to him, he says, ‘Myths of the ancients!’
««•»»

Ayat ini menerangkan sikap orang-orang musyrik Mekah, bila mereka mendengarkan bacaan ayat-ayat Alquran, mereka mengatakan bahwa Alquran itu tidak lain adalah perkataan Muhammad saja yang berisi dongeng-dongeng orang dahulu kala, bukan sekali-kali wahyu yang disampaikan Allah kepadanya.

Ayat yang lain yang sama artinya dengan ayat ini ialah.
فَقَالَ إِنْ هَذَا إِلَّا سِحْرٌ يُؤْثَرُ (24) إِنْ هَذَا إِلَّا قَوْلُ الْبَشَرِ
Lalu ia berkata, "(Alquran) ini tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu), ini tidak lain hanyalah perkataan manusia".
(QS. Al Mudassir [74]:24-25)

Banyak lagi tuduhan-tuduhan yang dikemukakan orang-orang musyrik terhadap Alquran, seperti perkataan mereka bahwa Alquran itu adalah sihir yang dikemukakan seorang tukang sihir dan sebagainya. Tetapi dari semua tuduhan-tuduhan yang mereka lontarkan itu dapat dipahami bahwa hal itu mereka lakukan semata-mata karena mereka telah kehilangan akal mencari alasan-alasan yang akan mereka kemukakan untuk membantah kebenaran Alquran itu. Setiap mereka renungkan semakin timbul kepercayaan dalam kepada Alquran itu. Namun nafsu mereka masih mengalahkan kebenaran yang telah timbul dalam lubuk hati mereka.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami) yakni Alquran (ia berkata) bahwa Alquran itu (dongeng-dongengan orang-orang dahulu kala.") Yaitu hanyalah kedustaan yang sengaja dibuat-buat guna menyenangkan hati kami sewaktu ia disebutkan atau diceritakan. Menurut suatu qiraat ada lafal a-an dengan memakai dua huruf Hamzah yang kedua-duanya difathahkan.
««•»»
When Our signs — the Qur’ān — are recited to him, he says, that they are [merely], ‘Fables of the ancients!’, in other words, he denies them [in arrogance] on account of the mentioned things which We have bestowed on him out of Our grace (a variant reading [for an of the previous verse] has [the interrogative] a-an).
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 14][AYAT 16]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
15of52
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=68&tAyahNo=15&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#68:15

[068] Al Qalam Ayat 014

««•»»
Surah Al Qalam 14

أَنْ كَانَ ذَا مَالٍ وَبَنِينَ
««•»»
an kaana dzaa maalin wabaniina
««•»»
Karena dia mempunyai (banyak) harta dan anak {1491}.
{1491} Orang yang mempunyai banyak anak dan harta lebih mudah Dia mendapat pengikut. tapi jika Dia mempunyai sifat-sifat seperti tersebut pada ayat 10-13, tidaklah Dia dapat diikuti.
««•»»
—[only] because he has wealth and children.
««•»»

Dalam ayat ini, Allah SWT memperingatkan Nabi Muhammad SAW dan kaum muslimin, bahwa jangan sekali-kali mengikuti orang-orang yang mempunyai sifat-sifat di atas, sekalipun ia mempunyai harta yang banyak, kedudukan yang tinggi, kekuasaan yang besar atau ia merasakan suatu kenikmatan dan kesenangan daniawi yang sifatnya sementara saja. Karena semua itu tidak akan ada manfaatnya di sisi Allah pada hari kiamat nanti.

Allah SWT berfirman:
ذَرْنِي وَمَنْ خَلَقْتُ وَحِيدًا
وَجَعَلْتُ لَهُ مَالًا مَمْدُودًا
وَبَنِينَ شُهُودًا
وَمَهَّدْتُ لَهُ تَمْهِيدًا
ثُمَّ يَطْمَعُ أَنْ أَزِيدَ
كَلَّا إِنَّهُ كَانَ لِآيَاتِنَا عَنِيدًا
سَأُرْهِقُهُ صَعُودًا
إِنَّهُ فَكَّرَ وَقَدَّرَ
فَقُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَ
ثُمَّ قُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَ
ثُمَّ نَظَرَ
ثُمَّ عَبَسَ وَبَسَرَ
ثُمَّ أَدْبَرَ وَاسْتَكْبَرَ

Biarkanlah Aku bertindak terhadap orang yang Aku telah menciptakannya sendirian. Dan Aku jadikan baginya harta benda yang banyak, dan anak-anak yang selalu bersama dia, dan Ku lapangkan baginya (rezeki dan kekuasaan) dengan selapang-lapangnya, kemudian dia ingin sekali supaya Aku menambahnya. Sekali-kali tidak (akan Aku tambah), karena sesungguhnya dia menentang ayat-ayat Kami (Alquran). Aku akan membebaninya mendaki pendakian yang memayahkan. Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya), maka celaka lah dia! Bagaimanakah dia menetapkan?; kemudian celakalah dia! Bagaimanakah dia menetapkan?, kemudian dia memikirkan, sesudah itu dia bermasam muka dan merengut, kemudian dia berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri.
(QS Al Muddassir [74]:11-23)

Dan firman Allah SWT:
يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ
إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
وَأُزْلِفَتِ الْجَنَّةُ لِلْمُتَّقِينَ
وَبُرِّزَتِ الْجَحِيمُ لِلْغَاوِينَ

(Yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih, dan (di hari itu)didekatkanlah surga kepada orang-orang yang bertakwa, dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat.
(QS As Syu'ara' [26]:88-91)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Karena dia mempunyai banyak harta dan anak) bentuk asalnya adalah lian, dan bertaalluq kepada makna yang menunjukkan terhadap pengertiannya.
««•»»
[only] because (an should be understood as li-an, ‘because’, and it is semantically connected to that [meaning] which it is indicating) he has wealth and sons.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 13][AYAT 15]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
14of52
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=68&tAyahNo=14&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#68:14

[068] Al Qalam Ayat 013

««•»»
Surah Al Qalam 13

عُتُلٍّ بَعدَ ذٰلِكَ زَنيمٍ
««•»»
'utullin ba'da dzaalika zaniimin
««•»»
Yang kaku kasar, selain dari itu, yang terkenal kejahatannya,
««•»»
callous and, on top of that, baseborn,
««•»»

Dalam ayat-ayat berikut ini, Allah SWT memerintahkan agar Nabi Muhammad SAW waspada dan hati-hati terhadap orang-orang yang mempunyai sifat-sifat berikut, yakni:

Pertama

Jangan sekali-kali mengikuti keinginan orang-orang yang mudah mengucapkan sumpah, karena yang suka bersumpah itu hanyalah orang pendusta. Sedang dusta itu pangkal kejahatan dan sumber segala macam perbuatan maksiat, karena itu pulalah agama Islam menyatakan bahwa dusta itu salah satu dari tanda-tanda orang munafik.

Nabi Muhammad SAW bersabda:
آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَّبَ وَ إِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا ائْتُمِنَ خَانَ
"Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga perkara jika ia berbicara ia berdusta, jika ia dipercaya ia khianat dan jika ia berjanfi ia menyalahi janjinya itu".
(HR. Bukhari, lihat Mujam Mufahras Li Alfazil Hadis Nabawi, hal 433, jilid I)

Orang yang suka bersumpah adalah orang yang tidak baik pikirannya, maksudnya kepada orang lain ia menyangka bahwa orang lain demikian pula kepadanya. Karena itu untuk meyakinkan orang lain akan kebenaran dirinya, iapun bersumpah.

Ke·dua

Jangan mengikuti orang yang berpikiran hina dan menyesatkan.

Ke·tiga

Jangan mengikuti orang yang selalu mencela orang lain, menyebut-nyebut keburukan orang lain baik secara langsung atau tidak.

Ke·empat

Jangan mengikuti orang-orang yang suka memfitnah seperti menghadang seorang agar tidak senang kepada seseorang yang lain, usaha menimbulkan kekacauan. Allah SWT menyatakan bahwa fitnah itu lebih besar akibatnya dari pembunuhan.

وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِجُوهُمْ مِنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ

Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah), dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan.
(QS Al Baqarah [2]:191)

Ke·lima

Jangan mengikuti orang-orang yang selalu melarang, dan menghalangi orang lain berbuat kebaikan atau dia sendiri tidak akan berbuat baik lagi.

Abu Bakar pernah bersumpah tidak akan memberi nafkah Mistah bin Usasah lagI, karena Mistah termasuk orang yang ikut menuduh Aisyah berbuat zina dengan Sofwan. Tidak akan memberi nafkah seseorang lagi termasuk tidak akan berbuat kebaikan lagi, karena itu turun ayat 224 surah Al Baqarah yang memerintahkan Abu Bakar segera melanggar sumpahnya itu dengan membayar kifarat sumpah.

Yaitu:
وَلَا تَجْعَلُوا اللَّهَ عُرْضَةً لِأَيْمَانِكُمْ أَنْ تَبَرُّوا وَتَتَّقُوا وَتُصْلِحُوا بَيْنَ النَّاسِ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Janganlah kamu jadikan (nama) Allah dalam sumpahmu sebagai penghalang untuk berbuat kebaikan, bertakwa dan mengadakan islah di antara manusia. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
(QS Al Baqarah [2]:224)

Ke·enam

Dilarang mengikuti orang yang biasa mengerjakan perbuatan yang melampaui batas, seperti orang-orang yang suka melanggar perintah Allah dan tidak menghentikan perbuatan-perbuatan yang dilarang-Nya.

Allah SWT berfirman:
وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُ يُدْخِلْهُ نَارًا خَالِدًا فِيهَا وَلَهُ عَذَابٌ مُهِينٌ
Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya Allah memasukkannya ke dalam api neraka, sedang ia kekal di dalamnya, dan baginya siksa yang menghinakan.
(QS An Nisa' [4]:14)

Ke·tujuh

Dilarang mengikuti orang-orang yang biasa mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa dan maksiat. Orang yang biasa mengerjakan perbuatan dosa dan maksiat adalah orang yang tidak mempunyai harga diri dan akhlak yang baik, karena perbuatan dosa itu akan menghilangkan harga diri dan bertentangan dengan akhlak yang mulia. Allah SWT tidak menyukai orang-orang yang suka mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa.

Allah SWT berfirman:
وَلَا تُجَادِلْ عَنِ الَّذِينَ يَخْتَانُونَ أَنْفُسَهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ خَوَّانًا أَثِيمًا
Dan janganlah kamu berdebat (untuk membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat lagi bergelimang dosa.
(QS An Nisa' [4]:107)

Ke·delapan

Dilarang mengikuti orang-orang yang suka berbuat kejam dan tidak mempunyai sifat belas kasihan. Allah SWT Maha Pemurah lagi Maha Penyayang kepada hamba-hamba Nya. Karena itu sifat kejam dan tidak mempunyai rasa belas kasihan adalah berlawanan dengan sifat-sifat Allah. Salah Satu sebab agama Islam tersiar dengan cepat di Jazirah Arab, ialah karena sikap Nabi Muhammad SAW yang yang lemah lembut, seandainya Nabi Muhammad SAW bersikap kasar dan kejam, niscaya orang akan menghindari beliau.

Allah SWT berfirman:
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ
Maka disebabkan rahmat dari Allahlah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.
(QS Ali Imram [3]:159)

Ke·sembilan

Dilarang mengikuti orang-orang yang tidak diketahui asal usulnya. Yang dimaksud dengan orang yang tidak diketahui asal-usulnya ialah:
  • Orang-orang yang tidak diketahui keadaannya, dari mana asalnya, apa pekerjaannya, bagaimana budi pekertinya dan sebagainya.
  • Orang yang tidak diketahui asal keturunannya.
Sehubungan dengan huruf b di atas, maka agama Islam mensyariatkan perkawinan, sehingga dengan adanya perkawinan itu keadaan seseorang dapat diketahui dengan mudah, demikian pula asal kampung halamannya. Jika tidak ada perkawinan maka sukar untuk mengetahui asal usul seseorang, siapa ayah dan ibunya dan sebagainya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Yang kaku kasar) wataknya kaku lagi kasar (selain dari itu, yang terkenal kejahatannya) dia adalah seseorang yang dianggap sebagai orang Quraisy, padahal dia bukan dari kalangan mereka, yaitu Walid bin Mughirah. Ayahnya menjulukinya sebagai orang Quraisy setelah ia berumur delapan belas tahun. Ibnu Abbas r.a. mengatakan, bahwa kami belum pernah mengetahui, bahwa Allah swt. menyifati seseorang dengan sifat-sifat yang tercela sebagaimana yang telah dilakukan-Nya terhadap Walid, sehingga keaiban itu tetap menempel pada diri Walid untuk selama-lamanya. Dan bertaalluq kepada lafal zaniim, zharaf yang terdapat pada sebelumnya.
««•»»
coarse-grained, crude, moreover ignoble, an adopted son of Quraysh — namely, al-Walīd b. al-Mughīra, whose father claimed him after eighteen years; Ibn ‘Abbās said, ‘We know of no one whom God has described in the derogatory way in which He describes him, blighting him with ignominy that will never leave him (the adverbial qualifier [ba‘da dhālika, ‘moreover’] is semantically connected to zanīm, ‘ignoble’) —

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 12][AYAT 14]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
13of52
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=68&tAyahNo=13&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#68:13

[068] Al Qalam Ayat 012

««•»»
Surah Al Qalam 12

مَنّاعٍ لِلخَيرِ مُعتَدٍ أَثيمٍ
««•»»
mannaa'in lilkhayri mu'tadin atsiimin
««•»»
Yang banyak menghalangi perbuatan baik, yang melampaui batas lagi banyak dosa,
««•»»
hinderer of all good, sinful transgressor,
««•»»

Dalam ayat-ayat berikut ini, Allah SWT memerintahkan agar Nabi Muhammad SAW waspada dan hati-hati terhadap orang-orang yang mempunyai sifat-sifat berikut, yakni:

Pertama

Jangan sekali-kali mengikuti keinginan orang-orang yang mudah mengucapkan sumpah, karena yang suka bersumpah itu hanyalah orang pendusta. Sedang dusta itu pangkal kejahatan dan sumber segala macam perbuatan maksiat, karena itu pulalah agama Islam menyatakan bahwa dusta itu salah satu dari tanda-tanda orang munafik.

Nabi Muhammad SAW bersabda:
آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَّبَ وَ إِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا ائْتُمِنَ خَانَ
"Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga perkara jika ia berbicara ia berdusta, jika ia dipercaya ia khianat dan jika ia berjanfi ia menyalahi janjinya itu".
(HR. Bukhari, lihat Mujam Mufahras Li Alfazil Hadis Nabawi, hal 433, jilid I)

Orang yang suka bersumpah adalah orang yang tidak baik pikirannya, maksudnya kepada orang lain ia menyangka bahwa orang lain demikian pula kepadanya. Karena itu untuk meyakinkan orang lain akan kebenaran dirinya, iapun bersumpah.

Ke·dua

Jangan mengikuti orang yang berpikiran hina dan menyesatkan.

Ke·tiga

Jangan mengikuti orang yang selalu mencela orang lain, menyebut-nyebut keburukan orang lain baik secara langsung atau tidak.

Ke·empat

Jangan mengikuti orang-orang yang suka memfitnah seperti menghadang seorang agar tidak senang kepada seseorang yang lain, usaha menimbulkan kekacauan. Allah SWT menyatakan bahwa fitnah itu lebih besar akibatnya dari pembunuhan.

وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِجُوهُمْ مِنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ

Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah), dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan.
(QS Al Baqarah [2]:191)

Ke·lima

Jangan mengikuti orang-orang yang selalu melarang, dan menghalangi orang lain berbuat kebaikan atau dia sendiri tidak akan berbuat baik lagi.

Abu Bakar pernah bersumpah tidak akan memberi nafkah Mistah bin Usasah lagI, karena Mistah termasuk orang yang ikut menuduh Aisyah berbuat zina dengan Sofwan. Tidak akan memberi nafkah seseorang lagi termasuk tidak akan berbuat kebaikan lagi, karena itu turun ayat 224 surah Al Baqarah yang memerintahkan Abu Bakar segera melanggar sumpahnya itu dengan membayar kifarat sumpah.

Yaitu:
وَلَا تَجْعَلُوا اللَّهَ عُرْضَةً لِأَيْمَانِكُمْ أَنْ تَبَرُّوا وَتَتَّقُوا وَتُصْلِحُوا بَيْنَ النَّاسِ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Janganlah kamu jadikan (nama) Allah dalam sumpahmu sebagai penghalang untuk berbuat kebaikan, bertakwa dan mengadakan islah di antara manusia. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
(QS Al Baqarah [2]:224)

Ke·enam

Dilarang mengikuti orang yang biasa mengerjakan perbuatan yang melampaui batas, seperti orang-orang yang suka melanggar perintah Allah dan tidak menghentikan perbuatan-perbuatan yang dilarang-Nya.

Allah SWT berfirman:
وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُ يُدْخِلْهُ نَارًا خَالِدًا فِيهَا وَلَهُ عَذَابٌ مُهِينٌ
Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya Allah memasukkannya ke dalam api neraka, sedang ia kekal di dalamnya, dan baginya siksa yang menghinakan.
(QS An Nisa' [4]:14)

Ke·tujuh

Dilarang mengikuti orang-orang yang biasa mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa dan maksiat. Orang yang biasa mengerjakan perbuatan dosa dan maksiat adalah orang yang tidak mempunyai harga diri dan akhlak yang baik, karena perbuatan dosa itu akan menghilangkan harga diri dan bertentangan dengan akhlak yang mulia. Allah SWT tidak menyukai orang-orang yang suka mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa.

Allah SWT berfirman:
وَلَا تُجَادِلْ عَنِ الَّذِينَ يَخْتَانُونَ أَنْفُسَهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ خَوَّانًا أَثِيمًا
Dan janganlah kamu berdebat (untuk membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat lagi bergelimang dosa.
(QS An Nisa' [4]:107)

Ke·delapan

Dilarang mengikuti orang-orang yang suka berbuat kejam dan tidak mempunyai sifat belas kasihan. Allah SWT Maha Pemurah lagi Maha Penyayang kepada hamba-hamba Nya. Karena itu sifat kejam dan tidak mempunyai rasa belas kasihan adalah berlawanan dengan sifat-sifat Allah. Salah Satu sebab agama Islam tersiar dengan cepat di Jazirah Arab, ialah karena sikap Nabi Muhammad SAW yang yang lemah lembut, seandainya Nabi Muhammad SAW bersikap kasar dan kejam, niscaya orang akan menghindari beliau.

Allah SWT berfirman:
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ
Maka disebabkan rahmat dari Allahlah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.
(QS Ali Imram [3]:159)

Ke·sembilan

Dilarang mengikuti orang-orang yang tidak diketahui asal usulnya. Yang dimaksud dengan orang yang tidak diketahui asal-usulnya ialah:
  • Orang-orang yang tidak diketahui keadaannya, dari mana asalnya, apa pekerjaannya, bagaimana budi pekertinya dan sebagainya.
  • Orang yang tidak diketahui asal keturunannya.
Sehubungan dengan huruf b di atas, maka agama Islam mensyariatkan perkawinan, sehingga dengan adanya perkawinan itu keadaan seseorang dapat diketahui dengan mudah, demikian pula asal kampung halamannya. Jika tidak ada perkawinan maka sukar untuk mengetahui asal usul seseorang, siapa ayah dan ibunya dan sebagainya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Yang banyak menghalangi perbuatan baik) artinya sangat kikir tidak mau membelanjakan hartanya kepada hak-hak yang diwajibkan atas dirinya (yang melampaui batas) sangat aniaya (lagi banyak dosa) banyak melakukan perbuatan dosa.
««•»»
hinderer of good, niggardly with his wealth against deserving causes, sinful transgressor, wrongdoer,

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
klik ASBABUN NUZUL klik
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Imam Ibnu Jarir mengetengahkan sebuah hadis melalui Ibnu Abbas r.a. yang menceritakan, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan Nabi saw.

yaitu firman-Nya,
"Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah (hasutan)."
(QS. Al Qalam [68]:11-12)

Kami (para sahabat) masih belum mengenal siapakah orang yang dimaksud atau ciri-cirinya.

Sehingga tatkala turun pula ayat ini, yaitu firman-Nya,
"..yang kaku kasar, selain dari itu yang terkenal kejahatannya."
(QS. Al Qalam [68]:13)

Maka kini kami mengenal ciri-ciri orang itu, yaitu keluar dari mulutnya embikan sebagaimana embikan kambing.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 11][AYAT 13]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
12of52
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=68&tAyahNo=12&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#68:12

[068] Al Qalam Ayat 011

««•»»
Surah Al Qalam 11

هَمّازٍ مَشّاءٍ بِنَميمٍ
««•»»
hammaazin masysyaa-in binamiimin
««•»»
Yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah,
««•»»
scandal-monger, talebearer,
««•»»

Dalam ayat-ayat berikut ini, Allah SWT memerintahkan agar Nabi Muhammad SAW waspada dan hati-hati terhadap orang-orang yang mempunyai sifat-sifat berikut, yakni:

Pertama

Jangan sekali-kali mengikuti keinginan orang-orang yang mudah mengucapkan sumpah, karena yang suka bersumpah itu hanyalah orang pendusta. Sedang dusta itu pangkal kejahatan dan sumber segala macam perbuatan maksiat, karena itu pulalah agama Islam menyatakan bahwa dusta itu salah satu dari tanda-tanda orang munafik.

Nabi Muhammad SAW bersabda:
آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَّبَ وَ إِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا ائْتُمِنَ خَانَ
"Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga perkara jika ia berbicara ia berdusta, jika ia dipercaya ia khianat dan jika ia berjanfi ia menyalahi janjinya itu".
(HR. Bukhari, lihat Mujam Mufahras Li Alfazil Hadis Nabawi, hal 433, jilid I)

Orang yang suka bersumpah adalah orang yang tidak baik pikirannya, maksudnya kepada orang lain ia menyangka bahwa orang lain demikian pula kepadanya. Karena itu untuk meyakinkan orang lain akan kebenaran dirinya, iapun bersumpah.

Ke·dua

Jangan mengikuti orang yang berpikiran hina dan menyesatkan.

Ke·tiga

Jangan mengikuti orang yang selalu mencela orang lain, menyebut-nyebut keburukan orang lain baik secara langsung atau tidak.

Ke·empat

Jangan mengikuti orang-orang yang suka memfitnah seperti menghadang seorang agar tidak senang kepada seseorang yang lain, usaha menimbulkan kekacauan. Allah SWT menyatakan bahwa fitnah itu lebih besar akibatnya dari pembunuhan.

وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِجُوهُمْ مِنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ

Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah), dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan.
(QS Al Baqarah [2]:191)

Ke·lima

Jangan mengikuti orang-orang yang selalu melarang, dan menghalangi orang lain berbuat kebaikan atau dia sendiri tidak akan berbuat baik lagi.

Abu Bakar pernah bersumpah tidak akan memberi nafkah Mistah bin Usasah lagI, karena Mistah termasuk orang yang ikut menuduh Aisyah berbuat zina dengan Sofwan. Tidak akan memberi nafkah seseorang lagi termasuk tidak akan berbuat kebaikan lagi, karena itu turun ayat 224 surah Al Baqarah yang memerintahkan Abu Bakar segera melanggar sumpahnya itu dengan membayar kifarat sumpah.

Yaitu:
وَلَا تَجْعَلُوا اللَّهَ عُرْضَةً لِأَيْمَانِكُمْ أَنْ تَبَرُّوا وَتَتَّقُوا وَتُصْلِحُوا بَيْنَ النَّاسِ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Janganlah kamu jadikan (nama) Allah dalam sumpahmu sebagai penghalang untuk berbuat kebaikan, bertakwa dan mengadakan islah di antara manusia. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
(QS Al Baqarah [2]:224)

Ke·enam

Dilarang mengikuti orang yang biasa mengerjakan perbuatan yang melampaui batas, seperti orang-orang yang suka melanggar perintah Allah dan tidak menghentikan perbuatan-perbuatan yang dilarang-Nya.

Allah SWT berfirman:
وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُ يُدْخِلْهُ نَارًا خَالِدًا فِيهَا وَلَهُ عَذَابٌ مُهِينٌ
Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya Allah memasukkannya ke dalam api neraka, sedang ia kekal di dalamnya, dan baginya siksa yang menghinakan.
(QS An Nisa' [4]:14)

Ke·tujuh

Dilarang mengikuti orang-orang yang biasa mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa dan maksiat. Orang yang biasa mengerjakan perbuatan dosa dan maksiat adalah orang yang tidak mempunyai harga diri dan akhlak yang baik, karena perbuatan dosa itu akan menghilangkan harga diri dan bertentangan dengan akhlak yang mulia. Allah SWT tidak menyukai orang-orang yang suka mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa.

Allah SWT berfirman:
وَلَا تُجَادِلْ عَنِ الَّذِينَ يَخْتَانُونَ أَنْفُسَهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ خَوَّانًا أَثِيمًا
Dan janganlah kamu berdebat (untuk membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat lagi bergelimang dosa.
(QS An Nisa' [4]:107)

Ke·delapan

Dilarang mengikuti orang-orang yang suka berbuat kejam dan tidak mempunyai sifat belas kasihan. Allah SWT Maha Pemurah lagi Maha Penyayang kepada hamba-hamba Nya. Karena itu sifat kejam dan tidak mempunyai rasa belas kasihan adalah berlawanan dengan sifat-sifat Allah. Salah Satu sebab agama Islam tersiar dengan cepat di Jazirah Arab, ialah karena sikap Nabi Muhammad SAW yang yang lemah lembut, seandainya Nabi Muhammad SAW bersikap kasar dan kejam, niscaya orang akan menghindari beliau.

Allah SWT berfirman:
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ
Maka disebabkan rahmat dari Allahlah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.
(QS Ali Imram [3]:159)

Ke·sembilan

Dilarang mengikuti orang-orang yang tidak diketahui asal usulnya. Yang dimaksud dengan orang yang tidak diketahui asal-usulnya ialah:
  • Orang-orang yang tidak diketahui keadaannya, dari mana asalnya, apa pekerjaannya, bagaimana budi pekertinya dan sebagainya.
  • Orang yang tidak diketahui asal keturunannya.
Sehubungan dengan huruf b di atas, maka agama Islam mensyariatkan perkawinan, sehingga dengan adanya perkawinan itu keadaan seseorang dapat diketahui dengan mudah, demikian pula asal kampung halamannya. Jika tidak ada perkawinan maka sukar untuk mengetahui asal usul seseorang, siapa ayah dan ibunya dan sebagainya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Yang banyak mencela) atau sering mengumpat (yang kian ke mari menghambur fitnah) yakni berjalan ke sana dan ke mari di antara orang-orang dengan maksud merusak mereka, yakni menghasut mereka.
««•»»
backbiting, faultfinder, that is to say, calumniator, scandal-monger, spreading [evil] talk among people in order to sow dissension between them,

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
klik ASBABUN NUZUL klik
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Imam Ibnu Jarir mengetengahkan sebuah hadis melalui Ibnu Abbas r.a. yang menceritakan, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan Nabi saw.

yaitu firman-Nya,
"Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah (hasutan)."
(QS. Al Qalam [68]:11-12)

Kami (para sahabat) masih belum mengenal siapakah orang yang dimaksud atau ciri-cirinya.

Sehingga tatkala turun pula ayat ini, yaitu firman-Nya,
"..yang kaku kasar, selain dari itu yang terkenal kejahatannya."
(QS. Al Qalam [68]:13)

Maka kini kami mengenal ciri-ciri orang itu, yaitu keluar dari mulutnya embikan sebagaimana embikan kambing.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 10][AYAT 12]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
11of52
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=68&tAyahNo=11&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#68:11

[068] Al Qalam Ayat 010

««•»»
Surah Al Qalam 10

وَلا تُطِع كُلَّ حَلّافٍ مَهينٍ
««•»»
walaa tuthi' kulla hallaafin mahiinin
««•»»
Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina,
««•»»
And do not obey any vile swearer,
««•»»

Dalam ayat-ayat berikut ini, Allah SWT memerintahkan agar Nabi Muhammad SAW waspada dan hati-hati terhadap orang-orang yang mempunyai sifat-sifat berikut, yakni:

Pertama

Jangan sekali-kali mengikuti keinginan orang-orang yang mudah mengucapkan sumpah, karena yang suka bersumpah itu hanyalah orang pendusta. Sedang dusta itu pangkal kejahatan dan sumber segala macam perbuatan maksiat, karena itu pulalah agama Islam menyatakan bahwa dusta itu salah satu dari tanda-tanda orang munafik.

Nabi Muhammad SAW bersabda:
آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَّبَ وَ إِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا ائْتُمِنَ خَانَ
"Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga perkara jika ia berbicara ia berdusta, jika ia dipercaya ia khianat dan jika ia berjanfi ia menyalahi janjinya itu".
(HR. Bukhari, lihat Mujam Mufahras Li Alfazil Hadis Nabawi, hal 433, jilid I)

Orang yang suka bersumpah adalah orang yang tidak baik pikirannya, maksudnya kepada orang lain ia menyangka bahwa orang lain demikian pula kepadanya. Karena itu untuk meyakinkan orang lain akan kebenaran dirinya, iapun bersumpah.

Ke·dua

Jangan mengikuti orang yang berpikiran hina dan menyesatkan.

Ke·tiga

Jangan mengikuti orang yang selalu mencela orang lain, menyebut-nyebut keburukan orang lain baik secara langsung atau tidak.

Ke·empat

Jangan mengikuti orang-orang yang suka memfitnah seperti menghadang seorang agar tidak senang kepada seseorang yang lain, usaha menimbulkan kekacauan. Allah SWT menyatakan bahwa fitnah itu lebih besar akibatnya dari pembunuhan.

وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِجُوهُمْ مِنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ

Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah), dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan.
(QS Al Baqarah [2]:191)

Ke·lima

Jangan mengikuti orang-orang yang selalu melarang, dan menghalangi orang lain berbuat kebaikan atau dia sendiri tidak akan berbuat baik lagi.

Abu Bakar pernah bersumpah tidak akan memberi nafkah Mistah bin Usasah lagI, karena Mistah termasuk orang yang ikut menuduh Aisyah berbuat zina dengan Sofwan. Tidak akan memberi nafkah seseorang lagi termasuk tidak akan berbuat kebaikan lagi, karena itu turun ayat 224 surah Al Baqarah yang memerintahkan Abu Bakar segera melanggar sumpahnya itu dengan membayar kifarat sumpah.

Yaitu:
وَلَا تَجْعَلُوا اللَّهَ عُرْضَةً لِأَيْمَانِكُمْ أَنْ تَبَرُّوا وَتَتَّقُوا وَتُصْلِحُوا بَيْنَ النَّاسِ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Janganlah kamu jadikan (nama) Allah dalam sumpahmu sebagai penghalang untuk berbuat kebaikan, bertakwa dan mengadakan islah di antara manusia. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
(QS Al Baqarah [2]:224)

Ke·enam

Dilarang mengikuti orang yang biasa mengerjakan perbuatan yang melampaui batas, seperti orang-orang yang suka melanggar perintah Allah dan tidak menghentikan perbuatan-perbuatan yang dilarang-Nya.

Allah SWT berfirman:
وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُ يُدْخِلْهُ نَارًا خَالِدًا فِيهَا وَلَهُ عَذَابٌ مُهِينٌ
Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya Allah memasukkannya ke dalam api neraka, sedang ia kekal di dalamnya, dan baginya siksa yang menghinakan.
(QS An Nisa' [4]:14)

Ke·tujuh

Dilarang mengikuti orang-orang yang biasa mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa dan maksiat. Orang yang biasa mengerjakan perbuatan dosa dan maksiat adalah orang yang tidak mempunyai harga diri dan akhlak yang baik, karena perbuatan dosa itu akan menghilangkan harga diri dan bertentangan dengan akhlak yang mulia. Allah SWT tidak menyukai orang-orang yang suka mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa.

Allah SWT berfirman:
وَلَا تُجَادِلْ عَنِ الَّذِينَ يَخْتَانُونَ أَنْفُسَهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ خَوَّانًا أَثِيمًا
Dan janganlah kamu berdebat (untuk membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat lagi bergelimang dosa.
(QS An Nisa' [4]:107)

Ke·delapan

Dilarang mengikuti orang-orang yang suka berbuat kejam dan tidak mempunyai sifat belas kasihan. Allah SWT Maha Pemurah lagi Maha Penyayang kepada hamba-hamba Nya. Karena itu sifat kejam dan tidak mempunyai rasa belas kasihan adalah berlawanan dengan sifat-sifat Allah. Salah Satu sebab agama Islam tersiar dengan cepat di Jazirah Arab, ialah karena sikap Nabi Muhammad SAW yang yang lemah lembut, seandainya Nabi Muhammad SAW bersikap kasar dan kejam, niscaya orang akan menghindari beliau.

Allah SWT berfirman:
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ
Maka disebabkan rahmat dari Allahlah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.
(QS Ali Imram [3]:159)

Ke·sembilan

Dilarang mengikuti orang-orang yang tidak diketahui asal usulnya. Yang dimaksud dengan orang yang tidak diketahui asal-usulnya ialah:
  • Orang-orang yang tidak diketahui keadaannya, dari mana asalnya, apa pekerjaannya, bagaimana budi pekertinya dan sebagainya.
  • Orang yang tidak diketahui asal keturunannya.
Sehubungan dengan huruf b di atas, maka agama Islam mensyariatkan perkawinan, sehingga dengan adanya perkawinan itu keadaan seseorang dapat diketahui dengan mudah, demikian pula asal kampung halamannya. Jika tidak ada perkawinan maka sukar untuk mengetahui asal usul seseorang, siapa ayah dan ibunya dan sebagainya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah) dengan cara yang batil (lagi hina) yakni rendah.
««•»»
And do not obey any mean, despicable, oath-monger, given to frequent swearing by falsehood,

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
klik ASBABUN NUZUL klik
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Imam Ibnu Jarir mengetengahkan sebuah hadis melalui Ibnu Abbas r.a. yang menceritakan, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan Nabi saw. yaitu firman-Nya, "Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah (hasutan)."
(QS. Al Qalam [68]:11-12)

Kami (para sahabat) masih belum mengenal siapakah orang yang dimaksud atau ciri-cirinya.

Sehingga tatkala turun pula ayat ini, yaitu firman-Nya,
"..yang kaku kasar, selain dari itu yang terkenal kejahatannya."
(QS. Al Qalam [68]:18)

Maka kini kami mengenal ciri-ciri orang itu, yaitu keluar dari mulutnya embikan sebagaimana embikan kambing.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 9][AYAT 11]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
10of52
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=68&tAyahNo=10&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#68:10

[068] Al Qalam Ayat 008

««•»»
Surah Al Qalam 8

فَلَا تُطِعِ الْمُكَذِّبِينَ
««•»»
falaa tuthi'i almukadzdzibiina
««•»»
Maka janganlah kamu ikuti orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah).
««•»»
So do not obey the deniers,
««•»»

Ayat ini memerintahkan Rasulullah SAW, agar tetap menolak segala macam tawaran, ajakan dan keinginan-keinginan orang-orang musyrik Mekah yang tidak mau mendengarkan ayat-ayat Allah, bahkan merek mendustakannya. Jangan sekali-kali mengikuti mereka, karena mereka berada di jalan yang sesat sedang Rasulullah telah berada di jalan yang lurus.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Maka janganlah kamu ikuti orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah.)
««•»»
So do not obey the deniers.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 7][AYAT 9]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
8of52
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=68&tAyahNo=8&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#68:8

[068] Al Qalam Ayat 007

««•»»
Surah Al Qalam 7

إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
««•»»
inna rabbaka huwa a'lamu biman dhalla 'an sabiilihi wahuwa a'lamu bialmuhtadiina
««•»»
Besungguhnya Tuhanmu, Dia-lah Yang Paling Mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya; dan Dia-lah Yang Paling Mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
««•»»
Indeed your Lord knows best those who stray from His way, and He knows best those who are guided.
««•»»

Pada ayat ini Allah SWT menegaskan lagi pernyataan Nya pada ayat dahulu dengan mengatakan kepada Nabi Muhammad bahwa orang-orang musyrik itu pasti mengetahui perbuatan-perbuatan nyata yang telah dilaksanakannya. (Muhammad) dan Allah lebih mengetahui siapa yang menyimpang dari jalan yang lurus yang telah dibentangkan untuknya sehingga mereka memperoleh kesengsaraan hidup di dunia dan di akhirat. Allah mengetahui pula siapa yang mengikuti jalan yang lurus sehingga memperoleh segala yang mereka inginkan yaitu kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat; tindakan orang-orang yang menyimpang dari jalan yang lurus, karena itu mereka akan merasakan kesengsaraan di dunia, seperti kekalahan dalam peperangan dan kehancuran kepercayaan mereka dan di akhirat mereka mendapat azab yang pedih.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Sesungguhnya Rabbmu, Dialah Yang Paling Mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah Yang Paling mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk) lafal a`lamu di sini bermakna 'aalimun, yakni Dia mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah Yang mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
««•»»
Assuredly your Lord knows best those who stray from His way, and He knows best those who are guided, to Him.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 6][AYAT 8]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
7of52
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=68&tAyahNo=7&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#68:7