Sabtu, 04 Juli 2015

[068] Al Qalam Ayat 009

««•»»
Surah Al Qalam 9

وَدُّوا لَوْ تُدْهِنُ فَيُدْهِنُونَ
««•»»
wadduu law tudhinu fayudhinuuna
««•»»
Maka mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak lalu mereka bersikap lunak (pula kepadamu).
««•»»
who are eager that you should be pliable, so that they may be pliable [towards you].
««•»»

Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang musyrik ingin agar Rasulullah SAW, mengikuti dan memenuhi permintaan mereka, dan memperkenankan ajakan mereka, yaitu agar Rasulullah bersikap lunak terhadap mereka. Jika mereka mau bersikap lunak terhadap mereka, mereka akan bersikap lunak pula terhadap beliau dan kaum muslimin.

Menurut suatu riwayat bahwa orang-orang Quraisy pernah menawarkan kepada Rasulullah agar beliau bersedia mengurangi kegiatan dakwahnya, tidak lagi mencela berhala-berhala mereka.

Pada permulaannya, Rasulullah SAW menyampaikan agama Allah kepada orang-orang musyrik Mekah dengan terang-terangan dan penuh keberanian walaupun pada waktu itu kaum Muslimin dalam keadaan lemah dan musuh dalam keadaan kuat. Seluruh alasan-alasan yang dikemukakan Rasulullah yang berhubungan dengan bukti kebenaran risalahnya tidak dapat dijawab oleh orang-orang musyrik, bahkan jawaban mereka itu menunjukkan kelemahan kepercayaan yang mereka anut. Karena itu mereka minta kepada Rasulullah agar bersikap lunak terhadap mereka dan menghentikan celaan-celaan beliau kepada berhala-berhala yang mereka sembah itu.

Jika Rasulullah SAW bersedia menerima tawaran mereka, mereka bersedia pula memenuhi keinginan keinginan Rasulullah, seperti bersikap lunak terhadap Rasulullah dan kaum muslimin, dan mereka bersedia ikut menyembah Allah di samping mereka tetap dibolehkan menyembah tuhan-tuhan mereka dan melaksanakan kebiasaan kebiasaan nenek moyang mereka. Mereka juga bersedia mencarikan istri yang disenangi Nabi atau mengumpulkan harta yang diinginkannya.

Karena ingin untuk meringankan penderitaan yang sedang dialami sahabat-sahabat beliau akibat siksaan yang dilakukan orang-orang musyrik terhadap mereka, maka oleh karena itu terlintas dalam pikiran beliau hendak bersikap lunak terhadap orang-orang musyrik itu dengan menerima sebahagian tawaran mereka itu. Maka turunlah ayat ini yang memperingatkan Rasulullah agar jangan sekali-kali bersikap lunak terhadap mereka melainkan tetaplah seperti biasa, dan tetap bersikap keras terhadap mereka.

Ayat ini senada dengan firman Allah SWT:
وَلَوْلَا أَنْ ثَبَّتْنَاكَ لَقَدْ كِدْتَ تَرْكَنُ إِلَيْهِمْ شَيْئًا قَلِيلًا
إِذًا لَأَذَقْنَاكَ ضِعْفَ الْحَيَاةِ وَضِعْفَ الْمَمَاتِ ثُمَّ لَا تَجِدُ لَكَ عَلَيْنَا نَصِيرًا

Dan kalau Kamu tidak memperkuat (hati) mu, niscaya kamu hampir-hampir condong sedikit kepada mereka, kalau terjadi demikian benar-benarlah Kami akan rasakan kepadamu (siksaan) berlipat ganda di dunia ini dan begitu (pula siksaan) berlipat ganda sesudah mati dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun terhadap Kami.
(QS Al Israa' [17]:74-75)

Jika dikaji maksud ayat ini, akan diketahui bahwa ada sesuatu tujuan tertentu dari orang-orang musyrik dalam mengemukakan tawaran mereka itu kepada Rasulullah SAW. Dan mereka ingin agar tujuan itu tidak diketahui oleh Rasulullah. Tujuan mereka ialah hendak menipu Rasulullah SAW dengan ajakan itu. Jika ajakan itu diterima, akan berakibat agama Islam yang baru disampaikan itu bercampur dengan unsur-unsur syirik akan terdapat nanti saling mempengaruhi antara kedua macam kepercayaan itu, sehingga agama Islam tidak lagi mempunyai akidah tauhid yang murni.

Teguran Allah SWT kepada Rasulullah SAW ini juga merupakan teguran kepada seluruh kaum Muslimin, agar mereka berhati-hati dalam soal akidah. Jangan sekali-kali memasukkan ke dalam akidah Islam unsur syirik walaupun sedikit.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Mereka menginginkan) mengharapkan (supaya) merupakan mashdariyah (kamu bersikap lunak) bersikap lembut terhadap mereka (lalu mereka bersikap lunak) pula terhadapmu; diathafkan kepada lafal tudhinu. Seandainya dijadikan sebagai jawab dari tamanni yang tersimpulkan dari lafal wadduu, maka sebelum huruf fa diperkirakan adanya lafal hum. Yakni, seandainya kamu bersikap lunak terhadap mereka, maka mereka pun akan bersikap lunak pula terhadapmu.
««•»»
They desire, they yearn, that (law relates to the verbal action) you should be pliable, [that] you should yield to them, so that they may be pliable [towards you], [so that] they may yield to you (fa-yudhinūna is a supplement to tudhinu, ‘you should be pliable’, but if it is understood to be the response to the optative clause of waddū, ‘they yearn’, then [a free standing pronoun] hum should be read as implied before it after the fā’ [sc. fa-hum yudhinūna]).
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 8][AYAT 10]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
9of52
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=68&tAyahNo=9&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#68:9

Tidak ada komentar:

Posting Komentar