««•»»
Surah Al Qalam 2
مَا أَنْتَ بِنِعْمَةِ رَبِّكَ بِمَجْنُونٍ
««•»»
maa anta bini'mati rabbika bimajnuunin
««•»»
Berkat ni'mat Tuhanmu kamu (Muhammad) sekali-kali bukan orng gila.
««•»»
you are not, by your Lord’s blessing, crazy,
««•»»
Dalam ayat ini, Allah SWT menyatakan dengan tegas kepada Nabi Muhammad SAW bahwa ia (Muhammad) tidak memerlukan suatu nikmatpun dari orang lain selain dari nikmat Allah. Mungkinkah Muhammad itu dikatakan seorang gila, karena ia memperoleh nikmat dan karunia yang sangat besar dari Allah?
Pada ayat lain dinyatakan:
وَقَالُوا يَا أَيُّهَا الَّذِي نُزِّلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ إِنَّكَ لَمَجْنُونٌ
Mereka berkata, "Hai orang yang diturunkan Alquran kepadanya, sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila".
(QS Al Hijr [15]:6)
Dengan ayat ini, seakan-akan Allah SWT menjawab tuduhan orang-orang Quraisy itu, dengan menyuruh mereka mempelajari kembali sejarah hidup Nabi Muhammad SAW yang besar dan bertumbuh di hadapan mata kepala mereka sendiri. Bukankah ia sebelum diutus menjadi Rasul, orang-orang yang mengatakannya gila itu menghormati dan menjadikannya sebagai orang yang paling mereka percayai? Apakah mereka tidak ingat lagi bahwa di antara mereka pernah terjadi perselisihan tentang siapa yang berhak mengangkat Hajar Aswad dan meletakkannya pada tempat yang hampir menimbulkan penumpahan darah, tidak seorangpun yang dapat mendamaikannya. Lalu mereka minta kepada Muhammad agar bersedia menjadi juru pendamai di antara mereka, dan mereka menerima putusan Muhammad yang ditetapkan atas mereka, dan mereka menganggap bahwa keputusan yang diberikan Muhammad itu adalah keputusan yang paling adil.
Mungkinkah seorang yang semulanya baik, dianugerahi Allah kejujuran, kehalusan budi pekerti, selalu menolong dan membantu siapa saja yang memerlukannya dan menjadi contoh dan teladan bagi orang Quraisy, kemudian tiba-tiba menjadi gila, karena ia melaksanakan perintah Tuhan semesta alam, yaitu menyampaikan agama Allah dan berhijrah ke Madinah.
Jika diperhatikan susunan ayat ini ada suatu teladan yang harus ditiru oleh kaum muslimin, yaitu walaupun orang-orang Quraisy telah bersikap kasar dan menyakiti hati dan jasmani Rasulullah SAW, namun beliau membantah tuduhan-tuduhan mereka dengan cara yang baik dan dengan cara mendidik, yaitu dengan cara menyuruh mereka menggunakan akal pikiran yang benar dan menggunakan norma-norma yang baik.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Kamu sekali-kali bukanlah) hai Muhammad (orang gila, berkat nikmat Rabbmu) yang telah mengaruniakan kenabian kepadamu, dan juga nikmat-nikmat-Nya yang lain. Ayat ini merupakan jawaban terhadap perkataan orang-orang kafir, yang mengatakan bahwa Muhammad adalah orang gila.
««•»»
You are not, O Muhammad (s), by the grace of your Lord, a madman, that is to say, madness is precluded in your case, on account of your Lord’s grace to you by way of [His assigning to you] prophethood and in other ways — this was a refutation of their saying that he was a madman.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
klik ASBABUN NUZUL klik
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
Imam Abu Naim di dalam kitab Dalail dan Imam Wahidi, keduanya mengetengahkan sebuah hadis dengan sanad yang diriwayatkan oleh Siti Aisyah r.a. Bahwasanya Siti Aisyah r.a. berkata, "Tiada seseorang pun yang lebih baik akhlaknya daripada Rasulullah saw. Tiada seorang pun di antara sahabat-sahabat dan keluarganya yang memanggilnya, melainkan beliau menjawab 'labbaika' (aku penuhi panggilanmu). Berkenaan dengan hal tersebutlah ayat berikut ini diturunkan, yaitu firman-Nya, 'Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.'"
(QS. Al Qalam [68]:4)
Surah Al Qalam 2
مَا أَنْتَ بِنِعْمَةِ رَبِّكَ بِمَجْنُونٍ
««•»»
maa anta bini'mati rabbika bimajnuunin
««•»»
Berkat ni'mat Tuhanmu kamu (Muhammad) sekali-kali bukan orng gila.
««•»»
you are not, by your Lord’s blessing, crazy,
««•»»
Dalam ayat ini, Allah SWT menyatakan dengan tegas kepada Nabi Muhammad SAW bahwa ia (Muhammad) tidak memerlukan suatu nikmatpun dari orang lain selain dari nikmat Allah. Mungkinkah Muhammad itu dikatakan seorang gila, karena ia memperoleh nikmat dan karunia yang sangat besar dari Allah?
Pada ayat lain dinyatakan:
وَقَالُوا يَا أَيُّهَا الَّذِي نُزِّلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ إِنَّكَ لَمَجْنُونٌ
Mereka berkata, "Hai orang yang diturunkan Alquran kepadanya, sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila".
(QS Al Hijr [15]:6)
Dengan ayat ini, seakan-akan Allah SWT menjawab tuduhan orang-orang Quraisy itu, dengan menyuruh mereka mempelajari kembali sejarah hidup Nabi Muhammad SAW yang besar dan bertumbuh di hadapan mata kepala mereka sendiri. Bukankah ia sebelum diutus menjadi Rasul, orang-orang yang mengatakannya gila itu menghormati dan menjadikannya sebagai orang yang paling mereka percayai? Apakah mereka tidak ingat lagi bahwa di antara mereka pernah terjadi perselisihan tentang siapa yang berhak mengangkat Hajar Aswad dan meletakkannya pada tempat yang hampir menimbulkan penumpahan darah, tidak seorangpun yang dapat mendamaikannya. Lalu mereka minta kepada Muhammad agar bersedia menjadi juru pendamai di antara mereka, dan mereka menerima putusan Muhammad yang ditetapkan atas mereka, dan mereka menganggap bahwa keputusan yang diberikan Muhammad itu adalah keputusan yang paling adil.
Mungkinkah seorang yang semulanya baik, dianugerahi Allah kejujuran, kehalusan budi pekerti, selalu menolong dan membantu siapa saja yang memerlukannya dan menjadi contoh dan teladan bagi orang Quraisy, kemudian tiba-tiba menjadi gila, karena ia melaksanakan perintah Tuhan semesta alam, yaitu menyampaikan agama Allah dan berhijrah ke Madinah.
Jika diperhatikan susunan ayat ini ada suatu teladan yang harus ditiru oleh kaum muslimin, yaitu walaupun orang-orang Quraisy telah bersikap kasar dan menyakiti hati dan jasmani Rasulullah SAW, namun beliau membantah tuduhan-tuduhan mereka dengan cara yang baik dan dengan cara mendidik, yaitu dengan cara menyuruh mereka menggunakan akal pikiran yang benar dan menggunakan norma-norma yang baik.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Kamu sekali-kali bukanlah) hai Muhammad (orang gila, berkat nikmat Rabbmu) yang telah mengaruniakan kenabian kepadamu, dan juga nikmat-nikmat-Nya yang lain. Ayat ini merupakan jawaban terhadap perkataan orang-orang kafir, yang mengatakan bahwa Muhammad adalah orang gila.
««•»»
You are not, O Muhammad (s), by the grace of your Lord, a madman, that is to say, madness is precluded in your case, on account of your Lord’s grace to you by way of [His assigning to you] prophethood and in other ways — this was a refutation of their saying that he was a madman.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
klik ASBABUN NUZUL klik
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
Imam Abu Naim di dalam kitab Dalail dan Imam Wahidi, keduanya mengetengahkan sebuah hadis dengan sanad yang diriwayatkan oleh Siti Aisyah r.a. Bahwasanya Siti Aisyah r.a. berkata, "Tiada seseorang pun yang lebih baik akhlaknya daripada Rasulullah saw. Tiada seorang pun di antara sahabat-sahabat dan keluarganya yang memanggilnya, melainkan beliau menjawab 'labbaika' (aku penuhi panggilanmu). Berkenaan dengan hal tersebutlah ayat berikut ini diturunkan, yaitu firman-Nya, 'Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.'"
(QS. Al Qalam [68]:4)
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 1]•[AYAT 3]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
2of52
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=68&tAyahNo=2&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#68:2
•[AYAT 1]•[AYAT 3]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
2of52
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=68&tAyahNo=2&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#68:2


Tidak ada komentar:
Posting Komentar